Siapa yang tidak kenal dengan shaun the sheep? Pastinya tidak ada yang menjawab tidak kenal. Serial shaun the sheep yang ditayangkan di salah satu televisi ini memang sebuah hiburan yang cocok untuk ditonton bersama keluarga. Cerita si domba-domba lucu yang berlatar di sebuah peternakan inggris ini bukan hanya tontonan anak-anak namun remaja hingga orang tua juga suka dengan fil domba-domba cerdikūüėÄ. berbeda dengan kartun-kartun yang lain. Bagaimana behind the scend film ini?? Simak saja ini ceritanya‚Ķ

Shaun the Sheep adalah serial animasi anak-anak di Inggris yang diproduksi oleh Aardman Animation. Shaun the Sheep memiliki acara TV sendiri dan tampil di CBBC dalam acara anak-anak, 12 tahun setelah penampilannya di TV mendampingi tokoh Wallace dan Gromit dalam sebuah film berjudul Close Shave pada tahun 1995.

Penampilannya waktu itu sekitar empat menit saja, tapi itu cukup untuk memperkenalkan sang domba yang lucu itu kepada publik Inggris. Maka 40 episode selanjutnya adalah aksi Shaun dan teman-temannya dalam cerita berbagai macam masalah dengan setting di sebuah pertanian.

Tokoh lain teman Shaun adalah Shirley seekor domba yang mampu memakan apa saja, Bitzer si anjing penjaga dan Timmy seekor bayi domba. ‚Äú Timmy jadi kesayangan pemirsa‚ÄĚ kata Chris Sadler seorang sutradara.

Ada juga Mama Timmy yang mengenakan rol di kepalanya, dan sedikit ceroboh tentang tugas ibu, bahkan menggunakan Timmy jadi kuas. Si Petani yang menjadi komandan Bitzer si anjing dan juga para babi nakal sebagai salah satu tokoh antagonis yang selalu jail dan mengintimidasi para domba tapi takut pada Bitzer.

Pembuatan Storyboard

Sebelum Shaun dan teman-temannya bermain dalam sebuah set panggung, seorang seniman dan penulis menggambarkan reka adegan dalam storyboard dari naskah untuk tiap episode sehingga si animator tahu apa yang harus dilakukan Shaun dalam ceritanya. Tahap ini juga mengatur pembuat set, properti, pembuat model, riggers dan juru kamera agar tahu apa target yang dihasilkan, dan kapan saat pengambilan gambarnya.

Pembuatan Set Panggung


“Rumput” peternakan terbuat dari kain, dicat hijau untuk mendapatkan warna yang tepat, dengan sentuhan rumput yang menjuntai serta bunga aster dan beberapa efek lain. Hamparan rumput di bentangkan diatas alas besi sehingga animator dapat menggunakan magnet agar si tokoh dapat melekat erat ditempatnya beserta pohon, rumah, kandang dan set lainnya.

Pembuatan Model

Pembuat model menciptakan domba pertama-tama dengan membuat cetakan tubuh domba ke dalam sebuah bentuk, kemudian membungkus tubuhnya dengan bulu domba putih. Kemudian diberi aksen kotor sedikit dan ditambahkan kaki dari silicon. Tearkhir, kepala yang dapat dicopot dipasangkan.

‚ÄúKami memiliki beberapa bagian tubuh, beberapa pasang kaki dan kadang hanay dua kaki saja, tergantung adegannya‚ÄĚ kata Chris. ‚Äú Lalu animator akan membuat si domba mengedip, tersenyum, mengunyah atau apapun, menggunakan beberapa pilihan mulut‚ÄĚ

Bitzer si Anjing

Bitzer si anjing penjaga dibuat berwarna kuning agar terlihat kontras diantara domba-domba. ‚ÄúBeberapa karakter lebih mudah untuk dianimasikan daripada lainnya, dan tokoh Bitzer belum pernah popular, Bitzer bertugas untuk menjaga domba, tetapi ia bahkan tidak bisa tidak terlibat dalam beberapa kejenakaan Shaun‚ÄĚ kata Chris.

Pembuatan Properti

Pembuat properti bertugas membuat segalanya mulai dari handuk seukuran si domba, mainan mandi Timmy hingga meja. Helen Javes seorang pembuat property berkata ‚Äú Semuanya bikinan tangan sehingga sangat sulit, bahkan bagian kaki meja dibentuk dengan tangan agar mendapat hasil yang sempurna‚ÄĚ Pekerjaan ini bukan tanpa resiko terpotong jari dengan cutter atau terbakar lem panas dalam pengerjaannya

Animator

Mata si domba memiliki lubang amat kecil sehingga mudah dimanipulasi cat agar mereka terlihat melirik kiri kanan atas bawah. Tiap animator juga mempunya sebuah penutup mata si domba berbentuk mangkok kecil yang dapat menutupi bola mata domba agar terlihat mengedip. Karena domba-domba itu tidak berbicara, ekspresi mereka digunakan untuk menceritakan kisah atau momen komedi.

Tiap karakter bergerak 25 kali per detik yang berarti animator harus mengatur ulang adegan 1.500 kali untuk setiap menit dari hasil yang Anda tonton di TV. Bila tidak digunakan, domba-domba yang rusak disimpan di kotak dan disusun di rak studio.

source: kaskus